Pembangkit Listrik Kincir Angin Terapung Pertama Di Dunia

Hywind Skotlandia, meraih kesuksesan dan berkinerja lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya

Ladang pembangkit listrik terapung pertama di dunia



Ladang ini memiliki kapasitas produksi listrik 30 megawatt dan sudah mulai beroperasi semenjak  musim gugur yang lalu, Statoil sebuah perusahaan energi internasional yang berpusat di StavangerNorwegia mengatakan bahwa ladang kincir tersebut tampil lebih baik dari perkiraan operasional tiga bulan pertamanya - dengan skala berproduksi penuh. Ladang ini telah selamat dari badai musim dingin, angin topan, dan ketinggian gelombang sekitar 27 kaki dan mampu menyalakan sekitar 20.000 rumah tinggal di Inggris.



Menurut informasi dari Statoil, nilai terendah kapasitas produksi ladang listrik lepas pantai adalah di kisaran 45 sampai 60% di musim dingin. Pada kenyataannya Hywind Skotlandia ini berhasil melampaui angka tersebut dengan produsksi rata-rata sebesar 65% di bulan November, Desember dan Januari. Ini berarti ladang kincir angin terapung telah berhasil menghasilkan 65% dari teori kapasitas maksimumnya.

Terkait lainnya: Ladang listrik tenaga angin pertama di dunia baru saja diatifkan

Ini adalah kemenangan bagi pembangkit listrik terapung, yang telah mengalami cuaca musim dingin yang brutal. Badai Ophelia pada bulan Oktober memperlihatkan kecepatan angin hingga 80 mil per jam, dan badai Caroline pada bulan Desember mencapai hembusan hingga 100 mil per jam dan gelombang air laut sekitar 27 kaki. Pada saat itu terjadi turbin angin dimatikan demi keamanan dan bisa secara otomatis mulai beroperasi lagi dengan cepat setelahnya.

Menurut Statoil ladang listrik ini dilengkapi dengan sensor pendeteksi gerak yang terintegrasi dengan sistem pengontrolan turbin Hywind sehingga mampu menyesuaikan sudut bilah kincir selama terjadi angin kencang, sehingga dapat mengurangi tekanan pada struktur yang berlebihan.



Wakil senior presiden untuk operasional lepas pantai Beate Myking mengatakan bahwa mereka telah menguji teknologi Hywind dalam kondisi cuaca yang keras selama bertahun-tahun dan tahu kinerjanya. Tapi berkesempatan menempatkan ladang angin mengambang pertama di dunia hingga mampu berproduksi mendatangkan kepuasan tersendiri. Oleh karena itu mereka sangat gembira melihat pencapaian turbin Hywind selama ini. Ketersediaan Hywind juga memastikan bahwa volume listrik yang dihasilkan secara substansial lebih tinggi dari perkiraan.

Irene Rummelhoff selaku wakil presiden eksekutif Statoil mengatakan bahwa mereka mencari peluang baru di bidang teknologi ini, dan melihat potensi di kawasan pantai barat Eropa, Asia dan Amerika Utara. Statoil bertujuan untuk mengurangi biaya energi dari Hywind Skotlantida hingga 40 sampai 60 euro per megawatt-jam pada tahun 2030, membuatnya berbiaya kompetitif dengan sumber energi terbarukan lainnya.

Semoga berguna, salam :)

1 comment:

  1. Saat komen ini ditulis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Sidrap sudah mendekati 80% penyelesaiannya. PLTB lain tengah memulai pembangunannya di Jeneponto, setelah itu menyusul yang terbesar secara kapasitas,di Sukabumi. Indonesia memasuki babak baru sistem penyediaan listriknya dengan mulai menggunakan sumber daya energi terbarukan.

    ReplyDelete

Tulisan anda akan di moderasi oleh admin.

Featured Post

Pertemuan Bulanan Bandung Heritage

Waktu & Tempat Jum'at, 23 Maret 2018 19.00 WIB - selesai Tema: Retronesia : The Years of Building Dangerously Pembicara:...