Laporan SPT Tahunan Menggunakan Norma

Konsep perhitungan neto pekerjaan bebas / SPT 1770

Petunjuk dan bagaimana cara penggunaannya


Awal tahun 2018, Januari hingga Maret

Awal tahun pasti orang ramai mulai membuat pelaporan SPT pajak tahunan, untuk kita para arsitek atau profesi sejenis yang bisa berdiri sendiri / tenaga ahli, maka bisa mengelompokan dirinya ke dalam kategori pekerjaan bebas. Untuk penghitungan neto nya bisa dengan cara memakai norma.

Saya juga menggunakan norma, tapi sepertinya kemarin melihat suasana di kantor pelayanan pajak, masih banyak yang belum mengetahui. Jadi sekarang saya coba share mengenai konsep pekerjaan bebas dengan sistem norma ini.

Mengapa menggunakan norma?

Norma penghasilan kira-kira berarti suatu cara untuk menghitung penghasilan neto orang pribadi selama 1 tahun. 

Kalau kita memakai norma, maka tidak wajib mengadakan sistem pembukuan (profesional) tetapi cukup dengan sistem pencatatan saja (sederhana).


Peruntukan norma

Dikutip dari pajak.go.id
WP OP yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam 1 tahun kurang dari Rp. 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma 
WP = Wajib Pajak
OP = Orang Pribadi



Siapa saja yang bisa digolongkan ke dalam kelompok pekerjaan bebas

Sekali lagi, dikutip dari pajak.go.id
Penghasilan yang Anda peroleh dari usaha merupakan penghasilan dari kegiatan usaha perorangan yang Anda lalukan baik di bidang industri, perdagangan, dan/atau jasa, misalnya usaha apotek, rumah makan, atau toko.
Penghasilan yang Anda peroleh sehubungan dengan pekerjaan bebas meliputi penghasilan sebagai:


  • tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;
  • pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, dan penari;
  • olahragawan;
  • penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;
  • pengarang, peneliti, dan penerjemah;
  • agen iklan;
  • pengawas atau pengelola proyek;
  • perantara;
  • petugas penjaja barang dagangan;
  • agen asuransi; dan
  • distributor perusahaan pemasaran berjenjang (multilevel marketing) atau penjualan langsung (direct selling) dan kegiatan sejenis lainnya.


Syarat menggunakan norma

Syaratnya bisa dilihat disini, dan norma yang kita buat sekarang baru bisa digunakan untuk pelaporan pajak di tahun berikutnya. Perhatikan petikan kalimat berikut, diambil dari tautan diatas.
Dengan syarat memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan (Pasal 14 ayat (2) UU PPh)

Maksudnya, saat ini tahun 2017, agar pada pelaporan pajak SPT di tahun 2018 bisa menggunakan norma, maka harus diajukan pada masa 3 bulan pertama di tahun 2017 ini. Demikian pula untuk tahun2 ke depan berikutnya.

Surat pengajuan mendapatkan norma

Caranya kita buat surat pengajuan penggunaan norma, ditujukan kepada kepala kantor pelayanan pajak pratama atau yg sesuai rayon anda. Template suratnya bisa di download disini

Nanti surat tersebut dibawa ke kantor pajak dan diserahkan ke loket, biasanya 1 loket multi fungsi, bisa menerima SPT, pengajuan norma dll. Jadi bisa mengurus keduanya di 1 meja.



Menggunakan norma

Kalau anda termasuk golongan yang bisa menggunakan norma tersebut, selanjutnya download tabel normanya disini

Berikutnya, didalam tabel norma anda akan lihat 3 kolom  dibawah ini, peruntukan norma digolongkan berdasarkan wilayah. Informasi mengenai cara mengetahui area tersebut ada disini.



Dari tautan barusan kita bisa ketahui masuk di wilayah mana kita berada, kalau saya ya sesuai alamat NPWP saya saja.


Berikutnya kita cari kode klasifikasi lapangan usaha (KLU) anda, di pdf reader coba tekan Control + F bersamaan, nanti muncul kotak pencarian, dan ketikan profesi anda disana, lalu tekan next/search. Untuk contoh ini, karena profesi saya, jadi saya carinya ya keyword arsitek.


Ctrl F untuk memudahkan pencarian atas profesi / usaha anda

Mungkin perlu beberapa kali 'next' lagi di kontak pencarian tadi, sering ada beberapa KLU untuk keyword yg sama. Kalau ada lebih dari 1 KLU, pilih yg kira2 paling tepat.



Untuk saya pekerjaan bebas arsitek di Bandung, maka KLU nya 71100 & nilai normanya 50.

Dari kiri ke kanan, KLU, deskripsi dan nilai norma sesuai wilayah

Kalau lihat di kanan, itu kan ada 3 kolom, nah anda tinggal cari wilayah anda masuk di kolom yg sebelah mana, pakai yg itu. Kalau di contoh ini, kebetulan untuk pekerjaan bebas arsitek ke 3 kolom tsb nilainya sama, jadi gak ribed.

Bruto, norma, neto dan pajak

Bruto x Norma = NETO
Neto dibawah PTKP = anda terbebas dari kewajiban bayar pajak, disebut 'lebih bayar'.
Neto lebih tinggi dari PTKP = anda kena pajak terhadap selisih kelebihannya, disebut 'kurang bayar', maksudnya kekurangan bayar pajak.

Mengisi form SPT 1770 menggunakan norma

Bila anda yang termasuk kedalam golongan WP OP dengan pekerjaan bebas dan ingin menggunakan norma, maka form yang anda gunakan adalah form 1770, bukan 1770 S dan bukan pula 1770 SS.

Kalau anda mengisi secara online, ya kurang lebih sama, konsepnya berasal dari form 1770 ini.

Seperti itulah kurang lebihnya, semoga bisa menambah pencerahan.

Pemberdayaan Listrik Tenaga Angin Denmark

Penggunaan listrik tenaga angin Denmark telah berhasil mencapai hingga 43.6% pada tahun 2017 lalu


Denmark

Negeri ini telah mencatat sejarah baru untuk penggunaan energi yang dapat diperbarui di tahun 2017 dengan menghasilkan hampir setengah dari seluruh kebutuhan energi listriknya melalui penggunaan tenaga angin.

Sumber energi angin ini mampu mensuplai hingga 43.6% dari seluruh kebutuhan energi yang diperlukan, mengalahkan rekor nasional mereka sendiri tahun lalu yang berada pada angka 42% di tahun 2015.

Diperkirakan hanya dalam hitungan beberapa tahun ke depan, negeri ini bisa mencapai prestasi hingga 50% untuk penyediaan energi listrik tenaga anginnya.



Turbin angin Denmark ini mulai sangat aktif di tahun 2017, menghasilkan listrik hingga 14.700 gigawatt/jam dalam waktu 12 bulan sebagai rekor produksi baru, sumber: Renewables Now.

Sejak 2001 kapasitas turbin angin mereka telah bisa dilipat gandakan - walaupun sebenarnya masih kekurangan sekitar 20% dari kebutuhan turbin yang seharusnya ada. Ini bisa dicapai karena turbin pada masa sekarang mempunyai kapasitas yang lebih besar dan jauh lebih efisien. Negeri ini telah menginstall 5.3 gigawatt turbin angin di daratan dan lepas pantai - dan hampir semua turbin lepas pantai ini telah dipasang setelah tahun 2001.


Hingga 2020 ini Denmark dapat menghasilkan hingga setengah dari kebutuhan listriknya dengan listrik tenaga angin tersebut. Setelahnya, negeri ini akan mampu menghasilkan hingga 80% listriknya dari sumber energi yang dapat diperbarui lainnya, seperti biomassa dan listrik tenaga matahari.

Salah satu perusahaan turbin angin terbesar di dunia, Vestas, bermarkas besar di Denmark, dan menjual produk teknologi berbasis ramah lingkungan ini ke seluruh dunia. Vestas juga telah mengumumkan mengenai rencana proyeknya di India, berupa lahan turbin tenaga angin dengan kapasitas hingga 96 megawatt.

Indonesia? mungkin kita harus mengambil ide dari kearifan masa lalu, dalam Babad Tanah Jawa dikisahkan dulu Ki Ageng Selo mampu menangkap petir. Kalau itu bisa dilakukan di jaman ini, dan petir tadi diolah menjadi listrik gratis seperti cita-cita Nikola Tesla dahulu, tentu akan sangat berguna.



Semoga berguna, salam :)

Pohon Urban yang setara dengan sebuah hutan

Sebuah pohon kota dengan kemampuan mendukung lingkungan setara dengan 275 pohon normal di hutan


Pohon kota ini mampu menyerap dan menyaring polusi beracun dari udara seperti hutan alami


Polusi udara walau tidak terlihat secara kasat mata, tetapi sesungguhnya telah menjadi penyebab bagi hampir 7 juta kematian prematur setiap tahunnya. Untungnya, saat ini sudah ditemukan solusinya, yaitu CityTree (pohon kota/urban). 



Adalah sebuah dinding hijau dengan teknologi tinggi yang mampu membersihkan udara dari partikel berbahaya, dengan kemampuan luar biasa, tidak tanggung-tanggung untuk setiap CityTree ini setara dengan kemampuan 275 pohon alami menyaring dan membersihkan udara.



CityTree bukan pohon biasa seperti layaknya pohon alami, dia lebih seperti pohon pembiakan lumut. Zhengliang Wu salah satu dari penemu Green City Solutions mengatakan "Pembiakan lumut memiliki lebih banyak permukaan daun dibandingkan tumbuhan lainnya. Itu artinya kita dapat menangkap lebih banyak polusi".



Ukuran CityTree ini memiliki tinggi kurang dari 4 m, sekitar lebar 3 m dan tebal 2.19 m. Untuk variannya sendiri saat ini diperkenalkan dengan dua macam jenis, yang memakai tempat duduk dan yang polos, dengan sebuah area untuk memajang informasi atau pemasangan iklan.

Karena begitu banyaknya area permukaan dari lumut yang terpasang, setiap pohon dapat menghilangkan debu, nitrogen dioksida dan gas ozon dari udara. Tambahan lainnya adalah sistem instalasinya sudah otomatis penuh, seperti adanya panel surya untuk penyediaan listrik dan sistem pengumpulan air hujan yang di saring dan masuk ke dalam penampungan untuk selanjutnya di resapkan kembali ke tanah.




CityTree juga memiliki sensor WiFi yang dapat mengukur kelembaban tanah, temperatur dan kualitas air. Wu juga mengatakan bahwa produk ini memiliki sensor polusi didalamnya, sehingga bisa memonitor kualitas air secara lokal dan mendapatkan data sejauh mana efisiensi CityTree ini.



Setiap hari, sebuah CityTree dapat menyerap sekitar 250 gram partikel polusi. Dalam waktu setahun penuh, penemuan ini dapat menghilangkan 240 metrik ton CO2.

Green City Solutions sebenarnya menawarkan teknik instalasi CityTree hanya dalam waktu 1 hari di berbagai kota di dunia, tetapi yang menjadi masalah adalah pada birokrasi kota yang ada. Wu memberi contoh, di kota Modena, Itali, mereka sedang memasang CityTree disana, dan semua tadinya berjalan sesuai rencana, tetapi sekarang pihak pemerintah kota menjadi keberatan mengenai area yang telah disetujui dikarenakan masalah keamanan.



Walau dengan berbagai hambatan yang ada, perusahaan Wu ini tetap berniat dan sudah memiliki rencana untuk memperkenalkan CityTree di India, dimana polusi udara telah mencapai level yang berbahaya di berbagai lokasi.

Sejauh ini 20 buah CityTree telah sukses di install di kota besar di dunia, termasuk Oslo, Paris, Brussels dan Hongkong. Dengan biaya sekitar $25,000 untuk setiap unitnya, merupakan sebuah investasi besar tetapi dalam jangka panjang akan akan sangat layak karena kemampuan mereka membersihkan polusi yang berbahaya.


Oke demikian posting setelah ramadhan kali ini, semoga berguna.

Featured Post

Laporan SPT Tahunan Menggunakan Norma

Konsep perhitungan neto pekerjaan bebas / SPT 1770 Petunjuk dan bagaimana cara penggunaannya Awal tahun 2018, Januari hingga Maret ...