Thursday, September 1, 2016

Seminar/Pameran Arsitektur, SAGI Architects dan Selasar Sunaryo, Bandung

Pengumuman - pengumuman....

SAGI-Architects dan Selasar Sunaryo Art Space mengundang anda untuk menghadiri rangkaian kegiatan pameran arsitektural Indonesialand

2 September – 2 Oktober 2016

Pameran arsitektur SAGI Architects, Indonesialand, Selasar Sunaryo
Pameran arsitektur SAGI Architects, Indonesialand, Selasar Sunaryo
Ruang B, Ruang Sayap, Bale Tonggoh dan AmphiteaterKurator: Sarah M.A. Ginting
Menghadirkan karya-karya:
ABODAY (Jakarta); Aditya Novali (Surakarta); Anas Hidayat & Realrich Sjarief (Jakarta); Andramatin (Jakarta); ARA Studio (Surabaya); Architecture Sans Frontieres Indonesia (Bandung); Arkomjogja (Yogyakarta); Atelier 6 (Jakarta); Atelier Cosmas Gozali (Jakarta); Bandung Heritage (Bandung); Banung Grahita (Bandung); Baskoro Tedjo & Hepta Desain (Bandung); Budi Pradono Architects (Jakarta); Eugenius Pradipto (Yogyakarta); Istana Grup (Jakarta); Iswanto Hartono & Tekturaworkshop (Jakarta); LABO (Bandung); Muhammad Thamrin (Bandung); Pemerintah Kota Bandung (Bandung); Prodi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Bandung); Prodi Teknik Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung); Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (Surabaya); Program Studi Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung (Bandung); Pusat Studi Urban Desain (Bandung); Rahadhian P. Herwindo (Bandung); Raul Renanda Design (Jakarta); Rumah Asuh (Jakarta); SHAU International Indonesia (Bandung); Studio Akanoma (Bandung); Universitas Pelita Harapan, School of Design (Jakarta).
Indonesialand hadir untuk menggaris ulang estetika berarsitektur (baca: berbudaya), dalam tatanan masyarakat Indonesia. Pameran ini juga hendak secara kritis membaca dan menjukstaposisikan fenomena arsitektur dan arsitektural di Indonesia, dengan menghubungkan dimensi negara, warga dan kapital. Pembacaan-pembacaan tersebut mempergunakan kosa visual seni rupa; dari yang vernakular hingga kontemporer baik secara teoritis, maupun dalam realitas praksisnya pada ruang urban. Spiritnya adalah bagaimana arsitektur dianalogikan dengan kebudayaan yang berdatumkan estetika, dalam unit garis sebagai sebuah sistem. Pameran ini menjadi gerbang masuk proses mencari tahu bagaimana masyarakat−terutama urban−berarsitektur dan berbudaya saat ini. Hal ini belum pernah lugas dipresentasikan dalam galeri seni rupa, setidaknya di Indonesia.

-RANGKAIAN ACARA-

PEMBUKAAN PAMERAN

Jumat, 2 September 2016, pukul 19.00 WIB - selesai, Area Parkir Bale Tonggoh
Dibuka oleh: Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Mohammad Danisworo (Arsitek Senior)

WORKSHOP

Topik Hari I: MENDIRIKAN BIRO DESAIN
Sabtu, 3 September 2016Pukul 10.00 – 16.00 WIBBale Handap, Selasar Sunaryo Art Space
Pemateri:
Adhi Moersid (Pendiri Atelier 6)Cosmas Gozali (Pendiri dan Principal Atelier Cosmas Gozali)Realrich Sjarief (Pendiri dan Principal RAW Architecture)Moderator: Sarah Ginting
Topik Hari II: MENGELOLA BISNIS DESAIN
Minggu, 4 September 2016Pukul 10.00 – 16.00 WIBBale Handap, Selasar Sunaryo Art Space
Pemateri:
Asmudjo J. Irianto (Kurator Seni Rupa)Dendy Darman (UNKL347)Rafael D. Pasaribu (ABODAY)Moderator: Agus S. Ekomadyo (IAI Daerah Jawa Barat)

PENDAFTARAN WORKSHOP (BAYAR)

Paling lambat 2 September 2016, pukul 17.00 WIBMahasiswa: Rp 200.000,-Umum: Rp 250.000,-Rek. BCA 517-0186-861A/n. Drs. Sunaryo
Narahubung: Nisa Nurjanah (0813-2000-6095)Selasar Sunaryo Art SpaceJl. Bukit Pakar Timur No. 100Bandung 40198Tel: +62 22 2507939Fax: +62 22 2516508Email: selasar@bdg.centrin.net.idWeb: http://www.selasarsunaryo.com/pameran-arsitektur-indonesialand/

DISKUSI/ CURATOR'S TALK (GRATIS) DISERTAI PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA "AKU ARSITEK INDONESIA”

Sabtu, 1 Oktober 2016, pukul 15.00 WIB - selesai, Bale Handap
Pembicara: Sarah M. A. Ginting (SAGI-Architects)Penanggap: M. Nanda Widyarta (Arsitektur UI)Moderator: Achmad Tardiyana (Arsitektur ITB & Prinsipal Urbane)
Bagi yang berminat silakan langsung menghubungi kontak tersebut diatas :)

Friday, August 5, 2016

Apakah Yang Dimaksud Dengan Gabion

Apa arti Gabion?



Gabion aka bronjong


Pernah lihat batu yang disusun seperti itu? harusnya rata-rata anda pernah melihatnya, entah di pinggir jalan, dekat lokasi bangunan dll. Kalau kita di lapangan untuk yang mirip-mirip seperti itu biasanya disebut bronjong, tapi apakah anda tahu sebutannya dalam bahasa Inggris yang lebih dikenal secara internasional?

Sebutannya gabion, kebetulan tadi waktu brosing nggak sengaja menemukan info kayak ginian, jadi saya pikir, kalau saya saja baru tahu mungkin banyak orang awam juga yang belum tahu (atau saya yang memang kurang gaul?), jadi karena saya baru tahu maka saya ingin anda juga tahu, bagi yang sudah tahu ya sudahlah (kata-kata pengulangan 'tahu' tadi memang disengaja).

Gabion, sama seperti bronjong, yaitu kurungan/sangkar besi/kawat yang diisi dengan bebatuan, pecahan/sisa beton atau apapunlah yang memang kira-kira menarik dan aman untuk dijejalkan disana.


Asal kata gabion


Gabion ini berasal dari bahasa Italia, gabbione, yang artinya sangkar besar, kata dasarnya dari bahasa Itali berupa gabbia dan dari latin cavea (sangkar/cage), bentuknya boleh silinder atau box terserahlah, yang diisi dengan media tadi. Konon sejarahnya, gabion sudah digunakan sejak beratus tahun yang lalu, mpu nan tersohor Leonardo da Vinci diriwayatkan menggunakan model gabion ini untuk pondasi bangunan Kastil San Marco di Milan, Italia. Gabion juga secara tradisional digunakan sebagai pondasi dan dinding penahan dari erosi tanah dll. Juga katanya untuk operasi militer, cuma saya tidak tahu seperti apa.

Ok, pokoknya kalau di kita ya bronjong itu, samalah kurang lebih kegunaannya seperti gabion diatas. Setidaknya kalau kita keluar negeri, atau punya rekan orang bule, ya bisalah ngomong 'gabion' daripada bronjong.


Kegunaan gabion


Intinya gabion ini adalah untuk perlindungan terhadap erosi, longsor, penahan tanah dan perkuatan pondasi, tetapi kalau didesain dengan baik bisa juga menjadi elemen arsitektur yang bisa di ekspos, saya juga sudah pernah lihat karya arsitek Indonesia yang meletakan gabion ini pada karyanya.


Ini juga cakep, dan buat lingkungan luar/eksterior, gabion juga bisa dijadikan unsur dekoratif dan fungsional. Kalau dari dekoratif, gabion bisa dibuat misalnya sebagai air mancur, paduan karya perupaan bentuk, pagar, landasan tanaman bunga dll.


Kalau secara fungsional, gabion bisa buat dinding penahan di lahan miring dll, ya itu tadi, bronjong diatas. Gabion bisa buat membantu pengaliran air keluar dari tanah, pagar, penahan kebisingan, menjaga privasi dan perlindungan terhadap angin (kembali, ini juga pengulangan text dari sebagian tulisan bronjong diatas).

Atau bisa juga buat interior ruang dalam, membuat sesuatu yang menarik perhatian yang memang berfungsi sebagai dinding pemisah sekaligus dekorasi.


Atau ya memang benar-benar jadi pagar sekalian, jelas, gak neko-neko, sederhana, tahan lama. Gabion seperti ini bisa membuat sesuatu menjadi memiliki fungsi sekaligus elemen esetetis.


Wokeh, akhir kata sekian dulu untuk postingan kali ini, semoga berguna bagi kita (yang belum tahu) semua.

Seperti biasa, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir dan jangan lupa kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)


Tuesday, July 26, 2016

10 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membuat Rumah Dengan Kontainer

Kontainer Untuk Rumah Tinggal


Kontainer sebagai alternatif desain rumah tinggal yang lebih ekonomis, benarkah? Sebelum kita memutuskan menggunakannya, coba uji kelayakannya dengan ke-10 hal ini terlebih dahulu


1. Perhatikan dimana anda bisa mendapatkan kontainer, lalu seberapa jauh ke lokasi bangunan anda, jika jaraknya dekat dan mudah untuk pengantaran maka ini bisa menjadi nilai plus buat kelayakan anda.

Hal lainnya adalah, bagaimana nanti kontainer diantarkan dan dibongkar? apakah trailer, crane atau forklift besar diperbolehkan masuk ke lokasi anda? membawa kontainer butuh trailer, menurunkannya butuh crane atau forklilft tadi, pastikan bahwa mereka bisa masuk / mencapai lokasi anda.

Bisa juga anda potong-potong kontainernya, tapi kan sayang, masak kontainernya penuh sambungan.




2. Kontainer biasanya sudah pernah digunakan untuk mengirim berbagai barang, mulai dari yang aman hingga yang berbahaya. Ada resiko bahwa kontainer tersebut pernah dipakai untuk pengiriman limbah atau zat kimia beracun, kontainer seperti ini tentu tidak aman buat dijadikan tempat tinggal. 

3. Rumah itu sebenarnya hasil rekayasa yang sederhana apa adanya, dibuat dengan bahan-bahan lokal dan disesuaikan untuk beradaptasi dengan iklim lokal pula. Iklim Indonesia sebagai negara tropis, maka kita harus pandai-pandai mengolah ruang dalam kontainer agar benar bisa ditinggali, yang kita butuhkan adalah rumah tinggal yang nyaman, sejuk, segar dan sehat, bukan ruangan oven.

Harus dipikirkan bagaimana nanti pengkondisian lingkungan ruang dalamnya, insulasinya, redamannya dll dsb. Perlakuan dindingnya bisa saja jadi bertambah tebal karena butuh lapisan atau peralatan ini itu, yang mana akan memakan tempat dan lebih mempersempit ruangan.

Kita menginginkan sebuah rumah tinggal, bukan sekedar pondokan darurat di lapangan tetapi sebuah naungan yang layak ditempati.

4. Struktur, kalau anda pernah lihat bentuk-bentuk bangunan yang dibuat dari kontainer, biasanya banyak bagian-bagian yang menonjol keluar, melayang, menjulang kesana kemari. Kontainer itu pada dasarnya disiapkan untuk disusun bertumpuk keatas seperti bata Lego, sejajar keatas bukan asal kesana kemari.

Btw, lihat juga postingan saya sebelumnya mengenai Lego

Begitu kita menumpuk kontainer tidak pada ke empat sudutnya, struktur yang sudah ada itu menjadi lemah, butuh perkuatan tambahan. Kadang bisa sampai harus di duplikat menggunakan balok baja yang kuat (tebal, tinggi & mahal).

Kalau kita mau buat bukaan (pintu / jendela) di dinding kontainer, maka itu akan melemahkan strukturnya, mereka bisa jadi akan mulai bengkok, tertekuk dll. Karena dinding kontainer yang berbentuk plat bergelombang itu sama dengan prinsip monocoque - badannya adalah struktur untuk dirinya sendiri, begitu disana kita buat lubang bukaan besar, maka kekuatannya akan hilang.

Bila seperti itu maka tandanya butuh perkuatan balok baja tadi, dan itu bisa mahal. Jadi harus dipertimbangkan apakah akan masih menjadi lebih ekonomis ataukah malah menjadi lebih mahal / repot untuk ke depannya.

5. Utilitas dan sistem mekanikal, pada bangunan rumah tinggal standard, kita butuh ruangan untuk jalur-jalur pemipaan, air bersih, kotor, listrik, sistem pendinginan udara (AC) dll dll dll. Untuk Indonesia, anda tahu kan bahwa kita ada di garis khatulistiwa? tandanya benar-benar butuh pengkondisian udara, untuk pendinginan dari panas tubuh bajanya sendiri, atau bakal seperti saya bilang tadi, malah bisa jadi oven.

Kalau kita ingin tetap mempertahankan estetika bentuk kontainernya, tandanya bentuk luarnya kan sebisa mungkin harus dipertahankan, maka kita harus meletakan semua utilitas dan mekanikal tadi di bagian dalam kontainer. Ini efeknya akan lebih memakan tempat di plafond, dan memperpendek ketinggiannya karena ada pipa berseliweran di atas plafond atau dibawah lantainya.

Yang kita dapatkan nanti mungkin seperti rumah-rumah kecil di Jepang, ruang kecil fungsional dengan plafond yang pas-pas saja, dan ini tentunya kembali kepada calon penghuninya, apakah seleranya cocok atau tidak dengan yang model seperti itu.

6. Karat, karat adalah musuh utama besi dan baja, untuk kontainer ini pastikan anda berinvestasi untuk pelapisan cat dan anti karat. Kontainer ini merupakan produk yang benar-benar punya rasa 'industri', cat bawaan awal dari produk ini sudah di desain untuk tahan di tengah lautan hingga 10 tahun. Berbeda dengan cat tembok rumah anda, baik interior maupun eksterior yang konsepnya memang untuk kenyamanan rumah tinggal.

7. Ukuran kontainer, ini juga penting, kira-kira memadai tidak buat jadi tempat jeroan rumah anda? jangan sampai salah beli kontainer. Sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran anda.

Kontainer standard ada dua, panjang 20 dan 40 feet.

Tipe 20 feet
Ukuran luar
P: 6.06 m
L: 2.44 m
T: 2.60 m

Ukuran dalam
P: 5.84 m
L: 2.35 m
T: 2.39 m

Luas: 13.3/m2
Berat: 2.2 Ton

Tipe 40 feet
Ukuran luar
P: 12.2 m
L: 2.44 m
T: 2.60 m

Ukuran dalam
P: 12.03 m
L: 2.35 m
T: 2.39 m

Luas: 28/m2
Berat: 3.8 Ton

Jenis kontainer non standard - high cube, ukuran panjangnya sama 20 dan 40 feet tapi beda ketinggian

Tipe 20 feet high cube
Ukuran dalam
P: 5.84 m
L: 2.35 m
T: 2.64 m

Tipe 40 feet high cube
Ukuran dalam
P: 12.03 m
L: 2.35 m
T: 2.64 m

Kalau bisa pilih yang high cube, agar agak lowong setelah dipasang jalur-jalur pemipaan dan listrik (mekanikal & elektrikal).

8. Kontainer bekas, murah meriah dan tidak hambur barang baru. Nggak juga... kalau anda melihat pada contoh-contoh di internet, ternyata rata-rata mereka menggunakan kontainer baru yang dibeli dari produsen Cina, yang harganya terbilang murah. Karena demi menghindari resiko bekas kargo barang berbahaya dan beracun tadi.

9. Coba cek dengan peraturan bangunan setempat, waktu dulu saya pernah dapat klien yang ingin pake kontainer (Nggak tanggung-tanggung, desainnya menggunakan 4 kontainer, 2x20 feet dan 2x40 feet), kami coba survey dan ngobrol-ngobrol dengan pihak pengurusan IMB, ternyata mereka belum punya standard yang baku untuk bangunan jenis ini. Kalau sekarang mungkin sudah ada aturan barunya.

10. Pilih kontraktor yang tepat. Ini juga penting sekali, kontraktornya harus berpengalaman dengan bangunan struktur baja, bukan yang hanya struktur beton saja. Masalah pengelasan, sumber daya, pengetahuan, prosedur dll itu semua harus dipahami oleh kontraktor pelaksananya.

Oke, sudah 10 poin kan? terima kasih sudah mampir dan jangan lupa kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)



Monday, June 6, 2016

7 Tips Mengapa Memilih Menggunakan Bak Cuci Tanam Di Meja Dapur

Bak Cuci Meja Dapur



Bak cuci di meja dapur, semua orang pasti tahu, sebuah tempat untuk mencuci berbagai barang dan membersihkan bahan makanan anda. Lalu bentuk bak cuci seperti apa yang kira-kira bisa memberikan nilai lebih bagi meja dapur anda?

Tulisan kali ini akan mencoba membahas mengenai model bak cuci yang dipasang dibawah lapisan penutup atas meja dapur (countertop) anda. Bak cuci tanam ini merupakan kebalikan dari bentuk tradisional pada umumnya yang menyembul keatas. 

Pada bak cuci model konvensional, cara pemasangannya adalah dengan membuat lubang terlebih dahulu pada meja, dan kemudian bak cuci dimasukan, dan pastinya akan menyisakan bibir bak cuci yang tumpang tindih diatas meja tersebut.

Sedangkan dengan model tanam, meja dapur akan terlihat menjadi bersih, rata tanpa tonjolan apapun. Berkesan lebih modern dan lebih rapih.

Dibawah ini adalah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari desain meja dapur yang menggunakan sistem bak cuci tanam ini:

1. Bak cuci tanam biasanya lebih terlihat berkelas premium untuk para pelanggan. Jika anda berencana untuk menjual rumah tersebut, calon pembeli potensial sering terbukti lebih menyukai model bak cuci tanam sebagai sesuatu yang memberi nilai tambah bagi fitur di rumah terserbut.



2. Model ini bisa menjadi fitur desain yang kreatif, dapat dibuat dengan berbagai pilihan variasi material, warna dan ukuran, membuat mereka bisa menjadi sebuah desain yang menonjol.



3. Keran air dapat dengan mudah diletakan di berbagai lokasi, banyak yang tersedia di pasaran tidak dilengkapi lubang yang telah di bor sebelumnya seperti model bak cuci diatas meja dapur, yang membuat anda dapat meletakan keran di lokasi yang lebih bebas.



4. Bak cuci tanam sangat konsisten dengan tren desain kontemporer, yang bergaya garis-garis yang bersih dan bentuk-bentuk yang sederhana.



5. Bak cuci tanam menyediakan lebih banyak ruang di meja, dengan memasangnya tertanam dibawah permukaan meja dapur maka bisa didapatkan tambahan luasan mencapai setengah kaki persegi (1 kaki = 30.48 cm).



6. Bak cuci tanam bisa lebih memperlihatkan keindahan natural dari meja dapur, keseluruhan permukaan meja dapur dapat terlihat tanpa terhalang oleh bibir bak cuci yang menyembul.



7. Mereka tersedia dalam beragam variasi material yang membuat mereka sangat cocok untuk berbagai gaya desain, begitu leluasa dan fleksibel membuatnya dapat diaplikasikan ke semua bentuk dapur, terlepas dari desain ruangan itu sendiri.

Oke, sekian untuk 7 alasan mengenai model bak cuci tanam ini, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Seperti biasa, jangan lupa kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)




Wednesday, May 25, 2016

Teknik Pendinginan Bangunan SkyCool System

SkyCool, Menggunakan Suhu Dingin Luar Angkasa


Permasalahan Sistem Pendingin Saat Ini (HVAC)



Selama ini kalau kita ingin mendinginkan udara di dalam bangunan biasanya kan pakai AC, yang merupakan bagian dari HVAC (heating, ventilating, and air conditioning; atau heating, ventilation, and air conditioning), nah cuma masalahnya teknologi ini juga membutuhkan biaya perawatan.

Untuk jenis bangunan gedung banyak lantai, desain mereka itu kan pastinya kedap terhadap udara luar, kebayang dilantai atas anginnya kan besar sekali, bakal langganan masuk angin nanti. Jadi untuk pengkondisian udara dalam ruangannya mereka menggunakan sistem HVAC tersebut dan biasanya kerap mendominasi biaya perawatan
Maka sebenarnya saat ini kita sangat butuh sebuah solusi yang dapat memberikan keuntungan pengaturan iklim dalam ruangan tersebut tanpa perlu anggaran yang sebesar HVAC ini.

Sistem Pendinginan Radiasi

Sekarang ada sebuah perusahaan baru yang menamakan dirinya sebagai SkyCool Systems telah mulai menemukan solusi tersebut. Didirikan oleh ahli riset yang berasal dari universitas Stanford - Amerika, dialah Aaswath Raman, yang telah membuat metode pendinginan yang dapat mengeluarkan kelebihan panas dari atmosfir dalam bentuk sinar infra merah.




Menurut ahlinya, semua benda dikatakan memancarkan radiasi panas infra merah (saya nurut saja, fisika saya dulu payah), tetapi hampir semua panjang gelombangnya diserap oleh atmosfir sehingga menimbulkan batasan tentang sejauh mana tingkat pendinginan benda tersebut dapat tercapai. Sebuah teknik yang diketahui bernama pendinginan radiasi mampu mengatur panjang gelombang yang terpancarkan tadi agar bisa tetap berada dipita yang sempit (diantara 8 dan 13 mikro meter) sehingga bisa melepaskan dirinya dari atmosfir. Dengan melakukan ini maka sebuah benda dapat didinginkan hingga dibawah suhu temperatur udara.

Tantangan kedua dalam menggunakan pendinginan radiasi SkyCool adalah bahwa di siang hari - ketika kebutuhan pendinginan bangunan-bangunan sedang pada puncaknya - alat pendinginan ini justru butuh menerima paparan sinar matahari secara langsung. Penambahan masukan radiasi dari sinar matahari ini justru sebaliknya bertolak belakang dengan efek pendinginannya. Tetapi pada makalah yang dipublikasikan pada Nature 2014 dimana Raman dan tim risetnya berhasil mendemonstrasikan sebuah sistem yang memiliki sifat optik dari tiga bahan bertumpuk dan dioperasikan secara serempak, telah memungkinkan sistem panel prototipe dari tim ini untuk mengatasi radiasi matahari dan mengurangi suhu hampir 5 derajat celsius di bawah suhu udara sekelilingnya, oke, saya juga bingung, semakin panas malah jadi dingin...

Walau teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, SkyCool telah pula mendapatkan pendanaan dari departemen energi Amerika - U.S. Department of Energy’s Advanced Research Projects Agency (ARPA-E) membuat SkyCool dan dua perusahaan rekanannya bisa mengerjakan pendinginan radiasi siang hari ini untuk mempelajari potensinya lebih jauh. Raman percaya bahwa suatu saat nanti akan ada pula aplikasinya untuk bangunan dan sistem pendinginan lainnya.

Sistem Pendinginan Untuk Rumah Tinggal

Kalau suatu hari ke depan produk ini sudah bisa di produksi masal dan harganya terjangkau untuk digunakan sebagai pengganti AC di rumah-rumah tinggal pasti akan banyak yang cari, bayangkan saja, sebuah sistem dengan produk yang hemat energi, sedikit radiasi, murah perawatannya dan semoga lebih tahan lama, wah, saya juga ikut ngantri kalau begitu.

Terima kasih sudah mampir, btw, silakan kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)



Wednesday, May 18, 2016

Desain Garasi Mobil Pada Rumah Tinggal

Contoh Desain Garasi Kreatif Di Jepang


Ini ada beberapa contoh desain garasi yang bisa menjadi sumber inspirasi, utamanya buat saya pribadi tapi ya sukur-sukur juga bisa buat menginspirasi yang lain.

Hampir semua rumah tinggal butuh ruang parkir, tapi hanya sedikit yang benar-benar kreatif. Ternyata bila didesain dengan berani maka garasi mobil ini bisa berubah, menjadi lebih dari sekedar ruangan yang biasa saja. Dia bahkan bisa menjadi bentuk utama dari keseluruhan desainnya itu sendiri.

Berpikir 'out of the box', dimana garasi bukan lagi didesain hanya sebagai sebuah pojokan yang diam dan mungkin malah terpinggirkan, beberapa arsitek Jepang dibawah ini mengintegrasikan ruang garasi tersebut menjadi sebuah desain yang cerdik dan unik.

Saya ambil 3 buah karya yang berhasil menjadikan ruang parkir dari rumah tinggal sebagai konsep utamanya, menarik untuk dilihat.

Desain Garasi 1, Tokyo - FUJIMOTO Sou


Benar-benar dingin, minimalis habis, tidak ada ampun dan bablas kelihatan semua.















Desain Garasi 2, Hachioji - NAKASA Akio


Oooh kepikiran...











Desain Garasi 3, Niigata - NAKASA Akio


Saya sih sukanya yang ini, lebih humanis.












Desain Garasi 4 & 5, Tambahan.


Ini sekedar tambahan saja, gambarnya tidak banyak, tapi ya lumayan buat nambah-nambah.


Desain Garasi 4

Cakep..



Desain Garasi 5

Fungsional, pas, cucok.







Oke, dari ke 5 desain diatas, mana yang kira-kira paling anda suka? nomor 1? 2? 3? 4? 5? atau 6? Nomor 6 nggak ada...


Kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)