Wednesday, February 8, 2017

Penutup Lantai Rumah Dengan Beton Poles Dan Hardener

Sebuah Alternatif Rasa Industrial Bagi Lantai Ruang Dalam Rumah Anda

Kita umumnya biasa mengenal bahan penutup lantai seperti keramik, granit tile, marmer, ubin dll. Alternatif lainnya adalah lantai coran beton yang dipoles, jenis lantai seperti ini bisa memberi sentuhan rasa 'industri' untuk rumah anda.



Dapur / Ruang Makan

Lantai beton polesan di dapur dan ruang makan bisa menjadi ide yang bagus, karena mereka mudah di bersihkan dan sangat 'tahan banting', justru malah barang jatuhnya yang pecah, lantainya sih adem ayem saja. Warna lantai ini juga cocok-cocok saja untuk dipadankan dengan berbagai dekorasi dan warna lainnya, mau seirama silakan, mau nabrak-nabrak juga masuk-masuk saja. Malah untuk dapur, misal dikemudian hari mau rubah tema warna dan mebel baru juga sangat aman, karena sifat warnanya tadi yang bisa 'dekat' kemana-mana.







Ruang Keluarga / Santai

Coran di ruangan ini mungkin terasa dingin dan tidak akrab tetapi kita bisa siasati hal tersebut, misal dengan karpet, selimut, bantal dan alas duduk santai lainnya. Kekasaran dari lantai beton ini bisa jauh dikurangi dan dibuat menjadi lebih lembut, memberikan kita rasa desain arsitektur modern atau kontemporer dan ruangan dalam yang nyaman. Material beton ini juga bisa memberikan kita kebebasan sama seperti dapur diatas, bisa gonta ganti tema ruangan cukup dengan cara mengganti bantal dan alas karpet tadi.







Kamar Mandi

Beton ini bisa dipadankan dengan kayu atau material alami lainnya, hasilnya ya sama, bernuansa modern dan netral yang dapat menangani masalah kelembaban dan perubahan temperatur.






Kamar Tidur

Lantai beton polesan di kamar tidur juga sama, akan memberikan rasa bersih, nuansa industri yang lembut dan hangat, apalagi dengan tambahan asesoris seperti selimut, bantal, karpet, dan gorden. Jika anda maju dengan desain model ini, ada baiknya menambah investasi sedikit untuk membeli karpet yang benar-benar nyaman.







Oke demikian posting pertama saya di tahun masehi 2017 ini, semoga berguna.

Siapa tahu ada yang butuh arsitek di Bandung bisa mampir sekalian ke website Jasa arsitek Bandung saya :)

Thursday, December 22, 2016

Atap Rumah Solar Panel Dari Tesla

Genteng Rumah Penyerap Cahaya Matahari




Elon Musk, CEO Tesla dan pemuka jajaran atas SolarCity baru-baru ini memamerkan genteng penutup atap rumah jenis baru, yang juga sekaligus berfungsi sebagai panel penyerap cahaya matahari. Rupanya sudah bukan rahasia lagi kalau perusahaan Tesla saat ini sedang kencang mengembangkan cara baru untuk masa depan yang berkelanjutan (sustainable future), dan salah satu ide brilian mereka adalah genteng ini.

Mereka akan digunakan sebagai bahan penutup atap seperti layaknya genteng/penutup atap rumah biasa, sehingga nantinya bisa sekaligus memanen energi potensial dari cahaya dan panas matahari - langsung untuk digunakan ke dalam rumah, jadi bisa menghemat ongkos investasi peralatan panel surya yang biasanya terpisah.



Genteng surya ini terbuat dari bahan kaca dan memiliki berbagai macam variasi model seperti: genteng bertekstur, bergelombang, datar dan lainnya. Setiap buah gentengnya akan terlihat buram/tidak tembus cahaya bila dilihat dari permukaan tanah, sehingga sel surya yang ada di dalamnya hanya akan terlihat bila dilihat dari udara.



Cita-cita beliau (Elon Musk) disini adalah untuk mengembangkan penutup atap penyerap cahaya & panas matahari yang bisa tampil lebih indah dan menyenangkan, dibandingkan barang/teknologi sejenis yang ada di pasaran. Dengan menjadikan panel surya tersebut sekaligus berfungsi sebagai penutup atap, menjadikan kesemua sistemnya bisa lebih terjangkau bagi kocek peminatnya.

Genteng produk Tesla malah bisa tampil lebih menarik dibanding yang biasa, produk ini juga bisa tahan lebih lama dan memberikan peredam panas dan suara yang malah jauh lebih baik.

Genteng yang terbuat dari bahan kaca seolah berkesan ringkih, tetapi jangan salah, produk ini telah teruji terhadap tes jatuhan benda berat. Genteng Tesla ini tidak pecah berkeping-keping seperti layaknya genteng tradisional pada tes yang sama, tetapi hanya retak saja. 

Sejauh ini Tesla belum memberikan keterangan mengenai harganya. Semoga saja nanti memang benar-benar terjangkau.


Tes jatuhan benda berat, genteng Tesla memperlihatkan kualitas yang baik.

Tesla rupanya memang berpikir jauh ke depan untuk pemanfaatan energi matahari, tidak saja membuat mobil mumpuni yang hemat energi tetapi juga memikirkan produk lainnya yang memiliki banyak nilai tambah bagi lingkungan hidup dan tempat tinggal.

Semoga di kemudian hari ini bisa banyak dikembangkan di Indonesia, terima kasih sudah berkunjung.

Siapa tahu ada yang butuh arsitek di Bandung bisa mampir sekalian ke website Jasa arsitek Bandung saya :)


Friday, November 25, 2016

Perbedaan Berbagai Macam Jenis Jalan Raya

Jenis Jalan Di Indonesia Dan Luar Negeri (US)

Jenis jalan di Indonesia

Kalau di Indonesia, dulu waktu kuliah desain arsitektur jalan itu kira-kira di kategorikan sebagai berikut, jalan tol, jalan raya, jalan lingkungan dan gang (pematang sawah tidak masuk lah ya). 

Jalan tol bisa diartikan jalanan bebas hambatan, jalan raya bisa menampung berbagai jenis tipe kendaraan, pribadi, umum, roda 4, roda 2 dll. Lalu ada juga jalan lingkungan, adalah jalan yang ada didalam komplek perumahan, tingkatannya dibawah jalan raya. Dan terakhir mungkin gang, jalan kecil yang mungkin hanya cukup 1 mobil pas pasan dan yang lebih kecil lagi hanya untuk motor.


Jenis jalan di luar negeri

Itu kalau di Indonesia, bagaimana kalau di dunia barat? barusan nemu info mengenai perbedaan dan penamaan jenis jalan untuk di Amerika. Kan kita sering nonton film-film luar negeri baik di rumah maupun di bioskop, sering ketemu cerita dimana para pemerannya melakukan perjalanan dengan kendaraan, entah ceritanya lagi pergi ke tempat lain atau yang model kejar-kejaran gitulah.

Pasti kita pernah ketemu dialog pemerannya mengenai jalan apa yang dia akan atau sedang lalui, kebetulan ini nemu video yang menjelaskan mengenai perbedaan jenis jalan-jalan tersebut, walaupun ini di US, tapi setidaknya ini bisa menambah ilmu pengetahuan kita mengenai perbendaharaan klasifikasi jalan.

Semoga berguna.


Monday, November 7, 2016

Rumah Terapung Di Lautan Yang Ramah Lingkungan Dan Berkelanjutan

Rumah Terapung Yang Berkelanjutan


Pernah kebayang rumah yang berkelanjutan (sustainable) dan bisa beradaptasi di lautan? Bayangkan betapa banyak sumber makanan di sekelilingnya, ketersediaan air (dengan penggunaan filter air laut) dll, rasanya ide seperti ini asik sekali. Apalagi kalau dunia dipenuhi zombie, kita bisa mengungsi ke lautan (kebanyakan nonton The Walking Dead & Fear The Walking Dead) adem ayem disana, kecuali kalau ada badai.



Sebuah perusahaan pembuat kapal yach - Jet Capsule yang berada di Italia tengah menawarkan sebuah konsep rumah terapung di lautan yang indah dan nyaman, yang mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Bentuknya menarik, seperti piring terbang dan namanya juga nyeleneh, mereka menamakannya UFO, yang untuk kasus ini kependekan dari 'Unidentified Floating Object'... ck ck ck.


Human, we come in peace
Itu kalau dilihat dari bawah air, kok rasanya seperti UFO ya, jadi ingat When The Earth Stood Still & Independence Day...

UFO ini terdiri dari dua bagian bola fiberglass berbentuk setengah bulatan, seperti kerang dan membuat rumah jadi berlantai dua. Desainnya sendiri dipersiapkan untuk bisa di kustomisasi sesuai keinginan pembelinya. Ukuran luasan standard lantai atasnya berkisar 20 m2, dengan fitur desain dapur dan ruang makan / keluarga yang bisa dirubah sesuai keperluan. Untuk bagian lantai bawahnya mempunyai luasan sekitar 10 m2 dan diperuntukan sebagai tempat kamar tidur dan kamar mandi. Khusus untuk lantai bawah ini akan berada dibawah permukaan laut, dan penghuninya bisa melihat pemandangan laut disekitar mereka melalui jendela besar yang terpasang disana. Sedangkan untuk pencapaian antara ruang bawah dan atas dapat menggunakan tangga.





Desainernya mengutarakan bahwa UFO dimaksudkan agar bisa "tinggal di rumah terapung dan bergerak dengan pelan keliling dunia". Untuk sistem penggeraknya, rumah ini dilengkapi dengan sebuah water jet-propelled Torqeedo Deep Blue 1800 electric motor, yang dapat menggerakan rumah ini dengan kecepatan hingga 3.5 knot (6.5 km/jam), lumayan, buat bikin tua dijalan.

Sumber daya energi dihasilkan dari sistem tenaga cahaya matahari, yang berada di puncak atap UFO dengan luasan sekitar 40 m2 dan panel surya ini bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan. Panel ini terkoneksi dengan baterai yang memberikan suplai tenaga untuk motor penggerak tadi. Hebatnya, rumah ini juga bisa diberi tambahan turbin angin dan air, yang mampu memberikan energi yang cukup untuk motor dan rumah UFO ini.



UFO juga akan dilengkapi dengan generator air yang dapat mengubah air hujan atau laut menjadi air bersih yang bisa diminum. Air ini juga bisa digunakan untuk menyirami tanaman di kebun yang berada di dek UFO, yang mengelilingi rumah ini dengan ukuran diameter sekitar 12.5 m. Untuk urusan buang sauh, UFO akan diberikan sebuah jangkar elastis.



Untuk saat ini para desainernya sedang mencari sponsor untuk pengembangannya, perkiraan dana yang dibutuhkan mencapai $800.000 untuk membuat purwarupa pertamanya. Sedangkan nantinya setelah produksi mulai berjalan diperkirakan ongkos produksinya bisa ditekan hingga mencapai harga $200.000.

Saya punya satu kayak gini, mungkin bakal jadi rajin mancing, inginnya sih ikan salmon, jadi bisa buat sashimi dan sushi.

Oke, butuh arsitek yang suka makan salmon sashimi? sushi? ramen? silakan kunjungi website Arsitek Bandung saya :)





Thursday, September 1, 2016

Seminar/Pameran Arsitektur, SAGI Architects dan Selasar Sunaryo, Bandung

Pengumuman - pengumuman....

SAGI-Architects dan Selasar Sunaryo Art Space mengundang anda untuk menghadiri rangkaian kegiatan pameran arsitektural Indonesialand

2 September – 2 Oktober 2016

Pameran arsitektur SAGI Architects, Indonesialand, Selasar Sunaryo
Pameran arsitektur SAGI Architects, Indonesialand, Selasar Sunaryo
Ruang B, Ruang Sayap, Bale Tonggoh dan AmphiteaterKurator: Sarah M.A. Ginting
Menghadirkan karya-karya:
ABODAY (Jakarta); Aditya Novali (Surakarta); Anas Hidayat & Realrich Sjarief (Jakarta); Andramatin (Jakarta); ARA Studio (Surabaya); Architecture Sans Frontieres Indonesia (Bandung); Arkomjogja (Yogyakarta); Atelier 6 (Jakarta); Atelier Cosmas Gozali (Jakarta); Bandung Heritage (Bandung); Banung Grahita (Bandung); Baskoro Tedjo & Hepta Desain (Bandung); Budi Pradono Architects (Jakarta); Eugenius Pradipto (Yogyakarta); Istana Grup (Jakarta); Iswanto Hartono & Tekturaworkshop (Jakarta); LABO (Bandung); Muhammad Thamrin (Bandung); Pemerintah Kota Bandung (Bandung); Prodi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Bandung); Prodi Teknik Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung); Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (Surabaya); Program Studi Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung (Bandung); Pusat Studi Urban Desain (Bandung); Rahadhian P. Herwindo (Bandung); Raul Renanda Design (Jakarta); Rumah Asuh (Jakarta); SHAU International Indonesia (Bandung); Studio Akanoma (Bandung); Universitas Pelita Harapan, School of Design (Jakarta).
Indonesialand hadir untuk menggaris ulang estetika berarsitektur (baca: berbudaya), dalam tatanan masyarakat Indonesia. Pameran ini juga hendak secara kritis membaca dan menjukstaposisikan fenomena arsitektur dan arsitektural di Indonesia, dengan menghubungkan dimensi negara, warga dan kapital. Pembacaan-pembacaan tersebut mempergunakan kosa visual seni rupa; dari yang vernakular hingga kontemporer baik secara teoritis, maupun dalam realitas praksisnya pada ruang urban. Spiritnya adalah bagaimana arsitektur dianalogikan dengan kebudayaan yang berdatumkan estetika, dalam unit garis sebagai sebuah sistem. Pameran ini menjadi gerbang masuk proses mencari tahu bagaimana masyarakat−terutama urban−berarsitektur dan berbudaya saat ini. Hal ini belum pernah lugas dipresentasikan dalam galeri seni rupa, setidaknya di Indonesia.

-RANGKAIAN ACARA-

PEMBUKAAN PAMERAN

Jumat, 2 September 2016, pukul 19.00 WIB - selesai, Area Parkir Bale Tonggoh
Dibuka oleh: Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Mohammad Danisworo (Arsitek Senior)

WORKSHOP

Topik Hari I: MENDIRIKAN BIRO DESAIN
Sabtu, 3 September 2016Pukul 10.00 – 16.00 WIBBale Handap, Selasar Sunaryo Art Space
Pemateri:
Adhi Moersid (Pendiri Atelier 6)Cosmas Gozali (Pendiri dan Principal Atelier Cosmas Gozali)Realrich Sjarief (Pendiri dan Principal RAW Architecture)Moderator: Sarah Ginting
Topik Hari II: MENGELOLA BISNIS DESAIN
Minggu, 4 September 2016Pukul 10.00 – 16.00 WIBBale Handap, Selasar Sunaryo Art Space
Pemateri:
Asmudjo J. Irianto (Kurator Seni Rupa)Dendy Darman (UNKL347)Rafael D. Pasaribu (ABODAY)Moderator: Agus S. Ekomadyo (IAI Daerah Jawa Barat)

PENDAFTARAN WORKSHOP (BAYAR)

Paling lambat 2 September 2016, pukul 17.00 WIBMahasiswa: Rp 200.000,-Umum: Rp 250.000,-Rek. BCA 517-0186-861A/n. Drs. Sunaryo
Narahubung: Nisa Nurjanah (0813-2000-6095)Selasar Sunaryo Art SpaceJl. Bukit Pakar Timur No. 100Bandung 40198Tel: +62 22 2507939Fax: +62 22 2516508Email: selasar@bdg.centrin.net.idWeb: http://www.selasarsunaryo.com/pameran-arsitektur-indonesialand/

DISKUSI/ CURATOR'S TALK (GRATIS) DISERTAI PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA "AKU ARSITEK INDONESIA”

Sabtu, 1 Oktober 2016, pukul 15.00 WIB - selesai, Bale Handap
Pembicara: Sarah M. A. Ginting (SAGI-Architects)Penanggap: M. Nanda Widyarta (Arsitektur UI)Moderator: Achmad Tardiyana (Arsitektur ITB & Prinsipal Urbane)
Bagi yang berminat silakan langsung menghubungi kontak tersebut diatas :)

Friday, August 5, 2016

Apakah Yang Dimaksud Dengan Gabion

Apa arti Gabion?





Gabion aka bronjong


Pernah lihat batu yang disusun seperti itu? harusnya rata-rata anda pernah melihatnya, entah di pinggir jalan, dekat lokasi bangunan dll. Kalau kita di lapangan untuk yang mirip-mirip seperti itu biasanya disebut bronjong, tapi apakah anda tahu sebutannya dalam bahasa Inggris yang lebih dikenal secara internasional?

Sebutannya gabion, kebetulan tadi waktu brosing nggak sengaja menemukan info kayak ginian, jadi saya pikir, kalau saya saja baru tahu mungkin banyak orang awam juga yang belum tahu (atau saya yang memang kurang gaul?), jadi karena saya baru tahu maka saya ingin anda juga tahu, bagi yang sudah tahu ya sudahlah (kata-kata pengulangan 'tahu' tadi memang disengaja).

Gabion, sama seperti bronjong, yaitu kurungan/sangkar besi/kawat yang diisi dengan bebatuan, pecahan/sisa beton atau apapunlah yang memang kira-kira menarik dan aman untuk dijejalkan disana.




Asal kata gabion


Gabion ini berasal dari bahasa Italia, gabbione, yang artinya sangkar besar, kata dasarnya dari bahasa Itali berupa gabbia dan dari latin cavea (sangkar/cage), bentuknya boleh silinder atau box terserahlah, yang diisi dengan media tadi. Konon sejarahnya, gabion sudah digunakan sejak beratus tahun yang lalu, mpu nan tersohor Leonardo da Vinci diriwayatkan menggunakan model gabion ini untuk pondasi bangunan Kastil San Marco di Milan, Italia. Gabion juga secara tradisional digunakan sebagai pondasi dan dinding penahan dari erosi tanah dll. Juga katanya untuk operasi militer, cuma saya tidak tahu seperti apa.

Ok, pokoknya kalau di kita ya bronjong itu, samalah kurang lebih kegunaannya seperti gabion diatas. Setidaknya kalau kita keluar negeri, atau punya rekan orang bule, ya bisalah ngomong 'gabion' daripada bronjong.




Kegunaan gabion


Intinya gabion ini adalah untuk perlindungan terhadap erosi, longsor, penahan tanah dan perkuatan pondasi, tetapi kalau didesain dengan baik bisa juga menjadi elemen arsitektur yang bisa di ekspos, saya juga sudah pernah lihat karya arsitek Indonesia yang meletakan gabion ini pada karyanya.



Ini juga cakep, dan buat lingkungan luar/eksterior, gabion juga bisa dijadikan unsur dekoratif dan fungsional. Kalau dari dekoratif, gabion bisa dibuat misalnya sebagai air mancur, paduan karya perupaan bentuk, pagar, landasan tanaman bunga dll.



Kalau secara fungsional, gabion bisa buat dinding penahan di lahan miring dll, ya itu tadi, bronjong diatas. Gabion bisa buat membantu pengaliran air keluar dari tanah, pagar, penahan kebisingan, menjaga privasi dan perlindungan terhadap angin (kembali, ini juga pengulangan text dari sebagian tulisan bronjong diatas).

Atau bisa juga buat interior ruang dalam, membuat sesuatu yang menarik perhatian yang memang berfungsi sebagai dinding pemisah sekaligus dekorasi.



Atau ya memang benar-benar jadi pagar sekalian, jelas, gak neko-neko, sederhana, tahan lama. Gabion seperti ini bisa membuat sesuatu menjadi memiliki fungsi sekaligus elemen esetetis.



Wokeh, akhir kata sekian dulu untuk postingan kali ini, semoga berguna bagi kita (yang belum tahu) semua.

Seperti biasa, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir dan jangan lupa kunjungi juga website Jasa arsitek Bandung saya :)



Tuesday, July 26, 2016

10 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membuat Rumah Dengan Kontainer

Kontainer Untuk Rumah Tinggal


Kontainer sebagai alternatif desain rumah tinggal yang lebih ekonomis, benarkah? Sebelum kita memutuskan menggunakannya, coba uji kelayakannya dengan ke-10 hal ini terlebih dahulu


1. Perhatikan dimana anda bisa mendapatkan kontainer, lalu seberapa jauh ke lokasi bangunan anda, jika jaraknya dekat dan mudah untuk pengantaran maka ini bisa menjadi nilai plus buat kelayakan anda.

Hal lainnya adalah, bagaimana nanti kontainer diantarkan dan dibongkar? apakah trailer, crane atau forklift besar diperbolehkan masuk ke lokasi anda? membawa kontainer butuh trailer, menurunkannya butuh crane atau forklilft tadi, pastikan bahwa mereka bisa masuk / mencapai lokasi anda.

Bisa juga anda potong-potong kontainernya, tapi kan sayang, masak kontainernya penuh sambungan.




2. Kontainer biasanya sudah pernah digunakan untuk mengirim berbagai barang, mulai dari yang aman hingga yang berbahaya. Ada resiko bahwa kontainer tersebut pernah dipakai untuk pengiriman limbah atau zat kimia beracun, kontainer seperti ini tentu tidak aman buat dijadikan tempat tinggal. 

3. Rumah itu sebenarnya hasil rekayasa yang sederhana apa adanya, dibuat dengan bahan-bahan lokal dan disesuaikan untuk beradaptasi dengan iklim lokal pula. Iklim Indonesia sebagai negara tropis, maka kita harus pandai-pandai mengolah ruang dalam kontainer agar benar bisa ditinggali, yang kita butuhkan adalah rumah tinggal yang nyaman, sejuk, segar dan sehat, bukan ruangan oven.

Harus dipikirkan bagaimana nanti pengkondisian lingkungan ruang dalamnya, insulasinya, redamannya dll dsb. Perlakuan dindingnya bisa saja jadi bertambah tebal karena butuh lapisan atau peralatan ini itu, yang mana akan memakan tempat dan lebih mempersempit ruangan.

Kita menginginkan sebuah rumah tinggal, bukan sekedar pondokan darurat di lapangan tetapi sebuah naungan yang layak ditempati.

4. Struktur, kalau anda pernah lihat bentuk-bentuk bangunan yang dibuat dari kontainer, biasanya banyak bagian-bagian yang menonjol keluar, melayang, menjulang kesana kemari. Kontainer itu pada dasarnya disiapkan untuk disusun bertumpuk keatas seperti bata Lego, sejajar keatas bukan asal kesana kemari.

Btw, lihat juga postingan saya sebelumnya mengenai Lego

Begitu kita menumpuk kontainer tidak pada ke empat sudutnya, struktur yang sudah ada itu menjadi lemah, butuh perkuatan tambahan. Kadang bisa sampai harus di duplikat menggunakan balok baja yang kuat (tebal, tinggi & mahal).

Kalau kita mau buat bukaan (pintu / jendela) di dinding kontainer, maka itu akan melemahkan strukturnya, mereka bisa jadi akan mulai bengkok, tertekuk dll. Karena dinding kontainer yang berbentuk plat bergelombang itu sama dengan prinsip monocoque - badannya adalah struktur untuk dirinya sendiri, begitu disana kita buat lubang bukaan besar, maka kekuatannya akan hilang.

Bila seperti itu maka tandanya butuh perkuatan balok baja tadi, dan itu bisa mahal. Jadi harus dipertimbangkan apakah akan masih menjadi lebih ekonomis ataukah malah menjadi lebih mahal / repot untuk ke depannya.

5. Utilitas dan sistem mekanikal, pada bangunan rumah tinggal standard, kita butuh ruangan untuk jalur-jalur pemipaan, air bersih, kotor, listrik, sistem pendinginan udara (AC) dll dll dll. Untuk Indonesia, anda tahu kan bahwa kita ada di garis khatulistiwa? tandanya benar-benar butuh pengkondisian udara, untuk pendinginan dari panas tubuh bajanya sendiri, atau bakal seperti saya bilang tadi, malah bisa jadi oven.

Kalau kita ingin tetap mempertahankan estetika bentuk kontainernya, tandanya bentuk luarnya kan sebisa mungkin harus dipertahankan, maka kita harus meletakan semua utilitas dan mekanikal tadi di bagian dalam kontainer. Ini efeknya akan lebih memakan tempat di plafond, dan memperpendek ketinggiannya karena ada pipa berseliweran di atas plafond atau dibawah lantainya.

Yang kita dapatkan nanti mungkin seperti rumah-rumah kecil di Jepang, ruang kecil fungsional dengan plafond yang pas-pas saja, dan ini tentunya kembali kepada calon penghuninya, apakah seleranya cocok atau tidak dengan yang model seperti itu.

6. Karat, karat adalah musuh utama besi dan baja, untuk kontainer ini pastikan anda berinvestasi untuk pelapisan cat dan anti karat. Kontainer ini merupakan produk yang benar-benar punya rasa 'industri', cat bawaan awal dari produk ini sudah di desain untuk tahan di tengah lautan hingga 10 tahun. Berbeda dengan cat tembok rumah anda, baik interior maupun eksterior yang konsepnya memang untuk kenyamanan rumah tinggal.

7. Ukuran kontainer, ini juga penting, kira-kira memadai tidak buat jadi tempat jeroan rumah anda? jangan sampai salah beli kontainer. Sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran anda.

Kontainer standard ada dua, panjang 20 dan 40 feet.

Tipe 20 feet
Ukuran luar
P: 6.06 m
L: 2.44 m
T: 2.60 m

Ukuran dalam
P: 5.84 m
L: 2.35 m
T: 2.39 m

Luas: 13.3/m2
Berat: 2.2 Ton

Tipe 40 feet
Ukuran luar
P: 12.2 m
L: 2.44 m
T: 2.60 m

Ukuran dalam
P: 12.03 m
L: 2.35 m
T: 2.39 m

Luas: 28/m2
Berat: 3.8 Ton

Jenis kontainer non standard - high cube, ukuran panjangnya sama 20 dan 40 feet tapi beda ketinggian

Tipe 20 feet high cube
Ukuran dalam
P: 5.84 m
L: 2.35 m
T: 2.64 m

Tipe 40 feet high cube
Ukuran dalam
P: 12.03 m
L: 2.35 m
T: 2.64 m

Kalau bisa pilih yang high cube, agar agak lowong setelah dipasang jalur-jalur pemipaan dan listrik (mekanikal & elektrikal).

8. Kontainer bekas, murah meriah dan tidak hambur barang baru. Nggak juga... kalau anda melihat pada contoh-contoh di internet, ternyata rata-rata mereka menggunakan kontainer baru yang dibeli dari produsen Cina, yang harganya terbilang murah. Karena demi menghindari resiko bekas kargo barang berbahaya dan beracun tadi.

9. Coba cek dengan peraturan bangunan setempat, waktu dulu saya pernah dapat klien yang ingin pake kontainer (Nggak tanggung-tanggung, desainnya menggunakan 4 kontainer, 2x20 feet dan 2x40 feet), kami coba survey dan ngobrol-ngobrol dengan pihak pengurusan IMB, ternyata mereka belum punya standard yang baku untuk bangunan jenis ini. Kalau sekarang mungkin sudah ada aturan barunya.

10. Pilih kontraktor yang tepat. Ini juga penting sekali, kontraktornya harus berpengalaman dengan bangunan struktur baja, bukan yang hanya struktur beton saja. Masalah pengelasan, sumber daya, pengetahuan, prosedur dll itu semua harus dipahami oleh kontraktor pelaksananya.

Oke, sudah 10 poin kan? terima kasih sudah mampir dan jangan lupa kunjungi juga website Arsitek Bandung saya :)