Dokumentasi Rumah Minimalis Kebon Waru Bandung (5)

Kebon Waru (5)

Yak. Lumayan banyak foto2….






























Progress lapangan saat ini sudah selesai untuk plat beton lantai atas. Proses yang sedang berjalan adalah pemasangan dinding bata merah.
Sisanya adalah persiapa untuk  naik atap, karena hujan sudah mulai sering turun, kita mengejar atap secepatnya agar ketika hujan pekerjaan bisa masih tetap berlangsung.
kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)


Dokumentasi Rumah Minimalis Kebon Waru Bandung (4)

Kebon Waru (4)

Yak, ada sedikit update, lumayan.
Ini foto2 pemasangan bondek, yang nantinya akan dijadikan cetakan plat beton lantai atas.
Kelebihannya, kita tidak perlu repot dengan bekisting. Selesai cor, bondek akan menyatu dengan plat beton dan tidak perlu dicopot. Mengurangi buangan papan bekisting dan lebih bersih.
Kekurangannya, tinggi permukaan plat lantai atas bertambah 10 – 15 cm.














Ada juga celah cahaya di bagian dinding benteng, nantinya itu akan menjadi taman dalam.
Silakan kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)

Dokumentasi Rumah Minimalis Kebon Waru Bandung (3)

Kebon Waru (3)

Pasangan batanya sudah terpasang, dan seperti anda lihat, disusun sangat rapih. Tulangan2 beton untuk persiapan naik lantai atas pun sudah 80-90% dan sedang disiapkan untuk ditutup beksiting/cetakan untuk pengecoran. Tulangannya ‘tidak malu2’ – terutama tulangan kolom, untuk mendapatkan kualitas yang baik dan menjaga kekuatan struktur (ramah gempa). QC oke.




















Tiang2 kayu yang nantinya akan digunakan sebagai tumpuan sementara plat bondek juga sudah disiapkan.


Desain shaft atau lorong vertikal rancangan saya juga sedang disiapkan, nantinya lorong ini akan digunakan untuk peletakan pipa utilitas sehingga rapih, dan memudahkan bila sewaktu2 perlu perawatan. Tidak perlu bongkar sana sini nebak2 pipanya ada dimana.


Ok so far so good, saya puas.


kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)



Dokumentasi Rumah Minimalis Kebon Waru Bandung (2)

Kebon Waru (2)

Ini ada sedikti foto2 hasil mampir ke site tadi pagi, lumayan, saya upload saja.










Seperti terlihat pada foto2 diatas, beberapa tulangannya menggunakan ulir, yang merumuskannya engineer strukturnya bukan saya. Biarlah mereka yang lebih ahli yang menghitungnya dan menentukannya. 
Dilapangannya biasa disebut besi tulangan atau besi beton… tapi ditempat saya kecil dulu (Cilegon - Krakatau Steel), besi seperti itu disebutnya cuma kawat, hmmm....
kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)



Dokumentasi Rumah Minimalis Kebon Waru Bandung (1)

Kebon Waru (1)

Ini merupakan proyek ketiga saya dengan seorang klien yang sama, dalam kurun waktu 2-3 tahun ini saya sudah mendesainkan 2 rumah tinggal untuk beliau, yang pertama rumah berloteng dan yang kedua berupa rumah unik menggunakan container bekas. Ya, beliau ini memang unik.
Sekarang rupanya untuk yang ketiga ini, saya kembali dipercaya beliau mendesainkan lagi.
Bangunan existing sebelumnya pada lahan ini akan di bongkar total. Sayang waktu sedang bongkaran saya tidak sempat foto2, waktu itu dianggap tidak penting, padahal ternyata bisa buat rujukan juga (ya sudahlah).
Pondasi, orang struktur ajukan Strauss Pile, kebetulan favorit saya.












Poernya kalau tidak salah tinggi/tebalnya (cm) 60-75 ? Dibuat sesuai gambar & analisa perhitungan struktur.
kunjungi juga website Arginuring Arsitek saya :)


Most people think they know what true happiness is, in fact they don’t…

Copas dari tulisan di FB milik Wendi Zarman, dengan seijin dan sepengetahuannya.
Kepada sahabat saya Argi : 
Bismillahirrahmanirrahiim. Kebanyakan orang menganggap kebahagiaan itu berasal dari luar diri, makanya sering dikatakan “mencari kebahagiaan” atau “mengejar kebahagiaan.” Orang sering merasa bahagia jika punya cukup makan, harta, status sosial, istri/suami, dan sejenisnya. Semua ini adalah sesuatu yang ada di luar diri manusia. Memang, ini juga suatu bentuk bahagia tapi sifatnya sementara. 
Orang miskin sangat berharap menjadi kaya, ketika kaya dia sangat bahagia. Tapi setelah hidup kaya raya dalam waktu singkat dia bosan dengan kekayaannya, atau merasa kurang sehingga terus bekerja mati-matian untuk mendapat lebih banyak, atau khawatir hartanya dicuri orang lain. Artinya dia tidak bahagia lagi dengan hartanya. Begitu juga, mahasiswa ketika dinyatakan lulus sidang, bahagianya luar biasa, tapi setelah sebulan dua bulan semua menjadi biasa. Pertama kali beli hp mahal senangnya bukan main, setelah 3 mulai bosan dan ingin membeli yang baru. Semua harapan-harapan duniawi selalu berakhir dengan situasi semacam ini. 
Kebahagiaan yang lebih tinggi adalah kebahagiaan ruhani. Ada orang makan saja kurang, harta pun tidak punya, tapi juga tidak pernah mengeluh. Orang semacam ini biasanya sudah prinsip hidup dan tidak terikat oleh dorongan-dorongan keduniaan. Dia sudah berhasil mengendalikan hawa nafsunya dan terdorong untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih tinggi nilainya. Misalnya, ada orang yang rela menghabiskan uangnya untuk membuat menampung anak-anak yatim. Ada pula orang yang rela pergi ke Antartika hanya untuk menyelidiki ikan paus. Ada ustadz yang tidak keberatan jauh dari kampungnya untuk berdakwah dan membuat pesantren di pedalaman Kalimantan. Ini pun juga sebuah bentuk kebahagiaan.
Kebahagiaan sesungguhnya akan diuji ketika seseorang berhadapan dengan kematian. Kematian adalah misteri terbesar kehidupan. Apa yang ada di balik kematian akan selalu membayangi kehidupan manusia. Manusia paling brengsek atau ateis pun pada satu saat akan sampai kepada pertanyaan, apa yang akan terjadi setelah saya mati, minimal di saat menjelang kematiannya. Orang yang ragu atau tidak pasti mengenai apa yang akan dihadapinya setelah kematian adalah orang yang paling tidak bahagia dalam hidupnya, dan sebaliknya mereka yang paling yakin dengan apa yang akan dihadapinya setelah mati adalah orang yang paling bahagia. Keraguan adalah penyebab ketidakbahagiaan terbesar manusia. 
Sesungguhnya, bagaimana kita keyakinan kita tentang kehidupan setelah kematian akan mempengaruhi cara kita menjalani hidup. 
Jadi, bahagia adalah tentang keyakinan dan kepastian terhadap apa yang akan kita hadapi di masa depan, yaitu setelah kematian. Di dalam Islam kita diajarkan meyakini akan adanya kehidupan setelah mati, tentang hari pembalasan atas apa yang diperbuat manusia. Keyakinan ini memberi kita kepastian tentang apa yang akan dihadapi setelah mati. Keyakinan ini kemudian memberi alasan bagi kita untuk mengerjakan apa yang harus kita kerjakan di dunia, yaitu beribadah dan beramal shalih. Bila kita menghiasai kehidupan ini dengan kedua hal ini, maka hal ini bukan saja memberi kebahagiaan dalam kehidupan dunia, tetapi juga akhirat. Inilah kebahagiaan sejati.
Problem orang sekarang adalah ketidakmauan mereka memikirkan kematian. Kehidupan duniawi terlalu penting untuk dilewatkan. Bisnis, karir, proyek, dan peluang-peluang lainnya terasa berat ditinggalkan. Akibatnya mereka dibelenggu oleh hal-hal itu dan tidak punya waktu memikirkan hakikat kehidupannya sendiri. semua itu menyengsarakan, tapi mereka tetap saja percaya semua itu akan membawa mereka kepada kebahagiaan hakiki, bagaikan orang yang meminum air laut, semakin di minum semakin dahsyat rasa hausnya. Inilah yang saya maksud dengan “Most people think they know what true happiness is, in fact they don’t…” Wallahu a’lam bish shawab.

Architecture Style



Style in architecture

contemporary style

an imprecise term applied to any of a number of architectural modes popular from about the 1940s through the 1970s and beyond, sometimes included under the term modern architecture; often characterized by widely overhanging eaves, exposed roof beams, and front-facing gables with heavy piers that support the gables; often, a balcony with an overhanging sunscreen, roof decks, and a patio that may serve as an extension of the living area; another type has a fa├žade and flat roof resembling that of the international style.


modern architecture


a loose term applied since the late 19th century to buildings in a variety of styles, in which emphasis is placed on functionalism, rationalism, and current methods of construction, in contrast with architectural styles based on historical precedents and traditional methods of building. this category often includes art deco, art moderne, bauhaus, contemporary style, international style, organic architecture, streamline moderne.


minimalist architecture


architecture that follows the doctrine that the use of all decorative elements, including ornamentation and color, should be held to an absolute minimum. this tenet considers all such architectural features to be nonessential and of negative aesthetic value,thus promoting the concept attributed to mies van der
rohe that "less is more."

Featured Post

Laporan SPT Tahunan Menggunakan Norma

Konsep perhitungan neto pekerjaan bebas / SPT 1770 Petunjuk dan bagaimana cara penggunaannya Awal tahun 2018, Januari hingga Maret ...